TNT Indonesia Antisipasi Pertumbuhan Lebih Lanjut dari Industri Suku Cadang dan Komponen-Komponen Otomotif

Terlampir: Rabu 24 Maret 2010

TNT Express Indonesia (“TNT”) tahun ini meningkatkan fokus pada pertumbuhan bisnis di industri komponen dan suku cadang otomotif. Keseriusan TNT ditunjukkan dengan partisipasinya dalam pameran internasional suku cadang, aksesoris, dan komponen otomotif terbesar di Indonesia (“INAPA”), yang diselenggarakan mulai hari ini (24/03) hingga 27 Maret 2010.


TNT Express Indonesia (“TNT”) tahun ini meningkatkan fokus pada pertumbuhan bisnis di industri komponen dan suku cadang otomotif. Keseriusan TNT ditunjukkan dengan partisipasinya dalam pameran internasional suku cadang, aksesoris, dan komponen otomotif terbesar di Indonesia (“INAPA”), yang diselenggarakan mulai hari ini (24/03) hingga 27 Maret 2010. Pameran INAPA yang bersifat business to business ini menyediakan kesempatan yang sangat baik bagi TNT untuk membangun hubungan bisnis yang kuat dengan para pengusaha suku cadang, aksesoris, dan komponen otomotif, dan peralatan bengkel otomotif untuk Original Equipment Manaufacturer (OEM), serta pasar aftermarket di Indonesia.
 
Menurut data dari Biro Pusat Statistik ("BPS"), kegiatan impor komponen otomotif pada Januari 2010 menunjukkan peningkatan sebesar 54% (y-o-y), atau menjadi US$340 juta dari US$221 juta pada periode yang sama setahun sebelumnya. Peningkatan ini berasal dari fakta bahwa sebagian besar kendaraan yang diproduksi di Indonesia masih mengandalkan komponen dan suku cadang impor. 
 
Ivan Siew, Director of TNT Express Indonesia said: “Given the promising state of automotive spare parts & components industry in Indonesia, TNT is embracing the opportunity to grow our business from this sector. We offer customers one-stop-solution from export-import delivery service, inventory management until distribution and repair & return management with a strong global network in over 200 countries including wide coverage area in Indonesia. To-date TNT Indonesia has 33 branches and 6 gateways which enables us to cover all areas in Indonesia even in the remote areas.”
 
TNT Indonesia melihat ada dua jenis kebutuhan impor di industri otomotif yang berhubungan dengan sensitifitas waktu pengiriman terhadap suku cadang dan komponen. Pertama adalah impor yang bersifat mendesak. Jenis ini biasanya diinginkan oleh perusahaan yang membutuhkan komponen dan suku cadang untuk perbaikan. Untuk kebutuhan ini, TNT memiliki layanan angkutan udara dengan jaringan dan konektiftas yang kuat sehingga memudahkan suku cadang tersebut dapat terkirim hanya dalam waktu beberapa jam atau dua hari dari waktu pemesanan, tergantung pada layanan yang mereka pilih dan tujuan negara.
 
Kedua adalah kebutuhan impor yang tidak terlalu mendesak. Biasanya ini dilakukan oleh perusahaan otomotif yang melakukan impor komponen dan suku cadang untuk tujuan penyimpanan bila sewaktu-waktu dibutuhkan. Untuk kelompok ini, TNT Indonesia menawarkan kombinasi pelayanan angkutan udara dan jaringan darat yang unik di Eropa dan Asia. "Pilihan ini merupakan alternatif pengiriman yang lebih efektif dari sisi biaya karena pelanggan dapat menghemat hingga 30% bila dibandingkan menggunakan transportasi udara namun dengan kecepatan pengiriman tiga kali lebih cepat daripada transportasi laut," jelas Ivan.
  
Asia Road Network (ARN) pertama kali dikenalkan oleh TNT pada akhir tahun 2005. Hingga kini ARN telah beroperasi di 127 kota dengan panjang jalan 7,620km melalui Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Cina dengan layanan jalan darat pintu ke pintu yang terintegrasi. Dilengkapi dengan fasilitas GPS (Global Positioning Satellite) di seluruh truk kontainer memungkinkan TNT memberikan layanan pelacakan yang real-time. TNT telah menyaksikan pertumbuhan yang signifikan terhadap total volume yang terangkut dalam layanan ARN di tahun lalu. Pencapaian tersebut didominasi oleh pengiriman barang bernilai tinggi dan barang dengan sensitifitas waktu seperti sektor teknologi tinggi (high-tech), kesehatan, peralatan dan mesin berat.
 
Selain itu, TNT juga memiliki keunggulan lain yang akan memberikan nilai tambah bagi para pelanggan di industri otomotif, yaitu layanan Storapart. Layanan ini akan membantu perusahaan otomotif untuk mengoptimalkan persediaan barang mereka melalui penyimpanan terpadu, pengemasan yang cepat, perpindahan, perakitan dan pembongkaran, sekaligus juga layanan distribusi suku cadang ke dealer-dealer mereka.
 
"Layanan Storapart kami yang unik dan fleksibel, didukung dengan jaringan distribusi yang kami miliki memungkinkan pelanggan untuk menghemat biaya dan meningkatkan produktifitas. Hal ini dimungkinkan melalui pengoptimalan operasional, penyimpanan produk dan komponen yang strategis dekat dengan pelanggan di lebih dari 1000 lokasi TNT di seluruh dunia, konsolidasi barang dan pelayanan tepat waktu, serta pelayanan pengiriman yang mendesakuntuk memenuhi tuntutan pelanggan. Kami menyebutnya sebagai one-stop-solution untuk semua kebutuhan rantai pasokan." tutup Ivan.
 
Industri komponen dan suku cadang otomotif merupakan salah satu fokus bisnis TNT selain pasar vertikal lainnya seperti sektor teknologi muktahir, kesehatan, fashion dan industri.
 
-SELESAI-
 
 
Sekilas tentang divisi TNT Express
 
Divisi Express TNT merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan ekspres terdepan di dunia. Tiap minggunya TNT mengirimkan 4,4 juta parsel, dokumen, dan kargo ke lebih dari 200 negara di seluruh dunia; didukung jaringan yang terdiri atas 2, 409 depot, hub, dan pusat penyortiran. Divisi ini mengoperasikan 26, 310 alat transportasi darat, 48 pesawat, dan memiliki infrastruktur jalur udara door-to-door dan jalur darat terbesar di Eropa.
 
Divisi TNT Express mempekerjakan lebih dari 78,000 staf di seluruh dunia serta menjadi perusahaan pertama yang mendapat penghargaan Investor In People (IIP) secara global. Berdasarkan laporan keuangannya, divisi Ekspres TNT mencatatkan pendapatan sebesar €5.956 miliar pada tahun 2009, dengan pendapatan operasional sebesar €193 juta. Untuk informasi lebih lanjut mengenai divisi express, silahkan kunjungi: http://www.tnt.com/express
 
TNT menyediakan berbagai layanan untuk pengiriman dokumen dan paket secara ekspres bagi pelanggan perorangan maupun korporasi di seluruh dunia. Berkantor pusat di Belanda, TNT didukung jaringan infrastruktur yang efisien di kawasan Eropa dan Asia, serta mengembangkan operasinya ke seluruh penjuru dunia dengan memanfaatkan jaringan yang dimilikinya. TNT melayani pelanggan di lebih dari 200 negara dan mempekerjakan sekitar 160.000 karyawan. Pada tahun 2009, TNT mencatatkan pendapatan sebesar €10,4 miliar dan pendapatan operasional sebesar €648 juta. TNT terdaftar di bursa saham Amsterdam. TNT menyadari tanggung jawab sosial yang diembannya; dan telah menjalin kerja sama dengan United Nations World Food Programme (UN-WFP) dan United Nations Environmental Programme (UN-EP) untuk memerangi kelaparan dunia dan polusi lingkungan. Usaha TNT telah mendapatkan pengakuan; di tahun 2008 TNT kembali memperoleh skor tertinggi dari seluruh perusahaan yang termasuk dalam Dow Jones Sustainability Index. Informasi lebih lanjut tentang TNT dapat diakses di http://group.tnt.com.
 
Tentang TNT Indonesia
 
TNT divisi ekspress mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 1979 dengan nama PT. Skypak International. Jaringan operasional TNT meliputi 33 kota besar di Indonesia, didukung 17 kantor cabang, 14 agen, 10 depot, enam gateway (Jakarta, Surabaya, Batam, Medan, Denpasar, dan Balikpapan) dan 630 karyawan di seluruh Indonesia.
 
Untuk mematuhi standarisasi operasional dan pengembangan SDM, TNT Indonesia telah dilengkapi dengan sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, SA 8000 dan Investor in People.
 
TNT sangat menyadari pentingnya pelaksanaan tanggung jawab social sebagai bagian dari masyarakat. Sebagai mitra global dari badan PBB, World Food Programme (WFP), TNT Indonesia aktif dalam kegiatan penggalangan dana untuk WFP, melalui berbagai program, di antaranya End Hunger: Walk the World, yang kini berkembang menjadi kegiatan publik dan menggandeng mitra lokal. Selain itu, TNT Indonesia juga terlibat dalam mendukung kegiatan pendistribusian bantuan bagi korban bencana alam, di antaranya tsunami Aceh (2004), gempa bumi di Sumatera Utara dan Nias (2005), gempa bumi di Yogyakarta dan tsunami di Pangandaran, Jawa Barat (2006).
Kembali ke atas