TNT Indonesia (TNT), salah satu perusahaan ekspress terintegrasi terkemuka di dunia, hari ini mengumumkan hasil kinerja bisnis selama tahun 2009 dan rencana pertumbuhan untuk tahun 2010 di Indonesia. TNT Indonesia sukses mencapai target pertumbuhan sebesar 20% tahun lalu, ditengah krisis keuangan global. Berangkat dari itu, di tahun 2010 ini TNT menargetkan tingkat pertumbuhan yang sama dengan terus fokus pada bisnis pengiriman barang-barang berat dan bernilai tinggi. Sebagai salah satu upaya mencapai target tersebut, hari ini TNT meresmikan perluasan fasilitas gateway-nyadi kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya, guna menggarap peluang bisnis yang lebih besar dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggannya.
Ivan Siew, Direktur TNT Indonesia mengatakan: “Kami senang dengan hasil kinerja perusahaan di tahun 2009 yang relatif sehat ditengah-tengah goncangan resesi global. Kami terus meningkatkan pelayanan bagi para pelanggan melalui berbagai solusi layanan dengan biaya yang efektif guna memenuhi kebutuhan rantai suplai pelanggan, meskipun di saat perekonomian yang sulit waktu itu.”
Selama 12 bulan terakhir, TNT Indonesia juga telah mencatatkan sejumlah peristiwa penting bagi bisnisnya yang memberikan kontribusi pertumbuhan sebesar 20%, antara lain:
- Peluncuran penerbangan langsung Singapura-Balikpapan. Penerbangan yang bekerja sama dengan Cardig Air ini terbang 2 kali seminggu dengan kapasitas 16 ton/penerbangan. Layanan ini memungkinkan waktu transit yang lebih cepat dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan bisnis TNT di Balikpapan
- Pembukaan value-added warehouse di Pulo Gadung untuk meningkatkan kapabilitas TNT dalam menangani kiriman barang-barang berat, sekaligus mengembangkan bisnis TNT dalam penanganan logistik untuk layanan purna jual (aftermarket service logistic). Luas fasilitas Pulo Gadung ini tiga kali lebih besar dari tempat sebelumnya, dan mampu menangani 14.000 unit suku cadang
- Peningkatan teknologi seperti Proof of Delivery (POD) dengan tampilan tandatangan digital, teknologi mobile workers, dan e-invoice. Peningkatan teknologi tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan akses bagi pelanggan dalam melacak kiriman serta meningkatkan produktifitas TNT
- Pelayanan pelanggan TNT memperoleh pengakuan melalui penghargaan-penghargaan yang didapat dari ICCA (Indonesia Contact Centre Association) sebagai The Best Contact Centre Operation (kategori dibawah 100 kursi) dan The Best Outbound, serta penghargaan dari APCCAL (Asia Pacific Contact Centre Association Leaders) sebagai The Best Contact Centre of The Year
Tahun ini, TNT akan lebih memfokuskan diri untuk meningkatkan pangsa pasarnya di Indonesia. TNT akan mengoptimalkan bisnis pengiriman barang berat (termasuk layanan logistik), mengembangkan jalur strategis utama, dan meningkatkan fasilitasnya antara lain dengan perluasan fasilitas gateway di Surabaya. Fasilitas gateway terbaru yang lebih dekat dengan bandara udara dan lebih besar dari fasilitas sebelumnya ditujukan untuk mengembangkan keberadaan TNT di Surabaya – kota yang memberikan kontribusi sebesar 15% dari total pendapatan TNT di Indonesia. Kedekatan lokasinya dengan bandara udara Juanda meningkatkan kecepatan jaringan darat dan udara TNT.
“Kota Surabaya merupakan kontributor terbesar kedua terhadap total pendapatan TNT di Indonesia. Posisi kota yang strategis menjadi penhubung berbagai kiriman barang bernilai tinggi yang berasal dari bisnis pasar vertikal di wilayah Jawa Timur, Bali, dan wilayan bagian timur di Indonesia, yaitu antara lain barang elektronik, peralatan dan mesin berat , barang buatan pabrik, fashion, barang-barang mebel dan alat-alat kesehatan.” ujar Ivan.
Perluasan fasilitas gateway TNT di Surabaya akan memberikan manfaat lebih bagi pelanggan, antara lain kedekatan dengan bandara udara dimana pelanggan dapat merasakan transportasi yang lebih cepat untuk pengiriman kargo keluar (outbound) dan masuk (inbound) dari dan menuju bandara. Selain itu, lokasinya yang strategis membantu TNT untuk melayani pelanggan tidak hanya dari kota Surabaya tetapi juga daerah sekitarnya, seperti Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan Malang. Kantor baru ini juga dilengkapi dengan value-added warehouse yang lebih besar serta area bongkar muat yang lebih luas. Pembaharuan ini memungkinkan TNT untuk menangani lebih banyak pengiriman dengan volume yang lebih besar dan pada saat yang bersamaan juga meningkatkan efisiensi kinerja operasional TNT.
TNT di Surabaya merupakan perusahaan kurir ekpress pertama yang mempunyai fasilitas gateway; hal ini membuktikan posisi kepemimpinan TNT di industrinya yang mengintegrasikan solusi transportasi darat dan udara.
-Selesai-
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perluasan fasilitas gateway TNT di Surabaya, silahkan klik link ini.
Catatan:
Storapart merupakan layanan yang ditujukan guna membantu pelanggan dalam mengoptimalkan persedian barang dan distribusi barang untuk suku cadang penting di sekitar wilayahnya sebagai bagian layanan purna jual bagi pelanggannya. Hingga kini TNT mempunyai lebih dari 1.000 Forward Stock Location (FSL) diseluruh dunia dan beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, 365 hari setahun sehingga memungkinkan kami memberikan respon yang cepat terhadap semua permintaan pelanggan. Di Indonesia, TNT mempunyai 39 Storapart FSL di seluruh penjuru Indonesia.
Sekilas tentang divisi TNT Express
Divisi Express TNT merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan ekspres terdepan di dunia. Tiap minggunya TNT mengirimkan 4,4 juta parsel, dokumen, dan kargo ke lebih dari 200 negara di seluruh dunia; didukung jaringan yang terdiri atas 2.409 depot, hub, dan pusat penyortiran. Divisi ini mengoperasikan 26.310 alat transportasi darat, 48 pesawat, dan memiliki infrastruktur jalur udara door-to-door dan jalur darat terbesar di Eropa.
Divisi TNT Express mempekerjakan lebih dari 78.000 staf di seluruh dunia serta menjadi perusahaan pertama yang mendapat penghargaan Investor In People (IIP) secara global. Berdasarkan laporan keuangannya, divisi Ekspres TNT mencatatkan pendapatan sebesar €5.956 miliar pada tahun 2009, dengan pendapatan operasional sebesar €193 juta. Untuk informasi lebih lanjut mengenai divisi express, silahkan kunjungi: http://www.tnt.com/express
TNT menyediakan berbagai layanan untuk pengiriman dokumen dan paket secara ekspres bagi pelanggan perorangan maupun korporasi di seluruh dunia. Berkantor pusat di Belanda, TNT didukung jaringan infrastruktur yang efisien di kawasan Eropa dan Asia, serta mengembangkan operasinya ke seluruh penjuru dunia dengan memanfaatkan jaringan yang dimilikinya. TNT melayani pelanggan di lebih dari 200 negara dan mempekerjakan sekitar 160.000 karyawan. Pada tahun 2009, TNT mencatatkan pendapatan sebesar €10,4 miliar dan pendapatan operasional sebesar €648 juta. TNT terdaftar di bursa saham Amsterdam. TNT menyadari tanggung jawab sosial yang diembannya; dan telah menjalin kerja sama dengan United Nations World Food Programme (UN-WFP) dan United Nations Environmental Programme (UN-EP) untuk memerangi kelaparan dunia dan polusi lingkungan. Usaha TNT telah mendapatkan pengakuan; di tahun 2009 TNT kembali memperoleh skor tertinggi dari seluruh perusahaan yang termasuk dalam Dow Jones Sustainability Index. Informasi lebih lanjut tentang TNT dapat diakses di http://group.tnt.com.
Tentang TNT Indonesia
TNT divisi ekspress mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 1979 dengan nama PT. Skypak International. Jaringan operasional TNT meliputi 33 kota besar di Indonesia, didukung 17 kantor cabang, 14 agen, 10 depot, enam gateway (Jakarta, Surabaya, Batam, Medan, Denpasar, dan Balikpapan) dan 630 karyawan di seluruh Indonesia.
Untuk mematuhi standarisasi operasional dan pengembangan SDM, TNT Indonesia telah dilengkapi dengan sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, SA 8000 dan Investor in People, atas komitmennya dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia.
TNT sangat menyadari pentingnya pelaksanaan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari masyarakat. Sebagai mitra global dari badan PBB, World Food Programme (WFP), TNT Indonesia aktif dalam kegiatan penggalangan dana untuk WFP, melalui berbagai program, di antaranya End Hunger: Walk the World, yang kini berkembang menjadi kegiatan publik dan menggandeng mitra lokal. Selain itu, TNT Indonesia juga terlibat dalam mendukung kegiatan pendistribusian bantuan bagi korban bencana alam, di antaranya tsunami Aceh (2004), gempa bumi di Sumatera Utara dan Nias (2005), gempa bumi di Yogyakarta dan tsunami di Pangandaran, Jawa Barat (2006).
Mulai tanggal 4 April 2010, perusahaan TNT yang beroperasi di Indonesia berubah menjadi perusahaan joint venture dengan nama PT TNT Sykpak International Express. Dengan perubahan yang baru ini memungkinkan TNT melakukan investasi secara langsung untuk meningkatkan infrastruktur dan layanan di Indonesia.